Monday, 18 November 2019

Pengertian Static Routing & Dynamic Routing

Pengertian Static Routing
Static Routing adalah bentuk Penghalaan yang terjadi ketika penghala menggunakan entri routing yang dikonfigurasi secara manual, bukan informasi dari lalu lintas routing dinamis.Dalam banyak kasus, rute statis dikonfigurasikan secara manual oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke dalam tabel perutean, meskipun ini mungkin tidak selalu demikian. Tidak seperti perutean dinamis, rute statis adalah tetap dan tidak berubah jika jaringan diubah atau dikonfigurasi ulang. Routing statis dan routing dinamis tidak saling eksklusif. Routing dinamis dan routing statis biasanya digunakan pada router untuk memaksimalkan efisiensi routing dan untuk menyediakan cadangan jika informasi routing dinamis gagal dipertukarkan. Routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan rintisan, atau untuk menyediakan gateway pilihan terakhir .
Kegunaan 
  • Routing statis dapat digunakan untuk menentukan titik keluar dari router ketika tidak ada rute lain yang tersedia atau diperlukan. Ini disebut rute default .
  • Routing statis dapat digunakan untuk jaringan kecil yang hanya membutuhkan satu atau dua rute. Ini sering lebih efisien karena tautan tidak disia-siakan dengan bertukar informasi perutean dinamis.
  • Perutean statis sering digunakan sebagai pelengkap perutean dinamis untuk memberikan cadangan yang gagal jika rute dinamis tidak tersedia.
  • Routing statis sering digunakan untuk membantu mentransfer informasi routing dari satu protokol routing ke yang lain (routing redistribution).
Keuntungan & Kerugian
  • Routing statis menyebabkan sangat sedikit beban pada CPU router, dan tidak menghasilkan traffic ke router lain.
  • Routing statis membuat administrator jaringan memiliki kontrol penuh atas perilaku routing jaringan.
Kerugian
  • Kesalahan manusia: Dalam banyak kasus, rute statis dikonfigurasikan secara manual. Ini meningkatkan potensi kesalahan input. Administrator dapat membuat kesalahan dan salah ketik dalam informasi jaringan, atau mengonfigurasi jalur perutean yang salah secara tidak sengaja.
  • Toleransi kesalahan: Routing statis bukan toleran terhadap kesalahan. Ini berarti bahwa ketika ada perubahan dalam jaringan atau terjadi kegagalan antara dua perangkat yang ditentukan secara statis, lalu lintas tidak akan diarahkan kembali. Akibatnya, jaringan tidak dapat digunakan hingga kegagalan diperbaiki atau rute statis dikonfigurasi ulang secara manual oleh administrator.
  • Jarak administratif: Rute statis biasanya lebih diutamakan daripada rute yang dikonfigurasi dengan protokol routing dinamis. Ini berarti bahwa rute statis dapat mencegah protokol routing dari bekerja sebagaimana dimaksud. Solusinya adalah secara manual mengubah jarak administrasi .
  • Administrasi overhead: Rute statis harus dikonfigurasi pada setiap router di jaringan. Konfigurasi ini dapat memakan waktu lama jika ada banyak router. Ini juga berarti bahwa konfigurasi ulang bisa lambat dan tidak efisien. Perutean dinamis di sisi lain secara otomatis menyebarkan perubahan perutean, mengurangi kebutuhan untuk konfigurasi ulang manual.

Dynamic Routing
Pengertian Dynamic Routing
Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya melalui sebuah internetworkRouting juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagairouter. Routerrouter tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya.
Router dinamis adalah router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang baru. Routing dinamis merupakan routing protocol digunakan untuk menemukan network serta untuk melakukan update routing table pada router. Routing dinamis ini lebih mudah dari pada menggunakan routing statis dan default, akan tetapi ada perbedaan dalam proses-proses di CPU router dan penggunaan bandwidth dari link jaringan.
Dynamic routing besifat dinamik dan mampu melakukan update route dengan cara medistribusikan informasi mengenai jalur terbaik ke router lain. Kemampuan inilah yang membuat routing dinamik mampu beradaptasi terhadap perubahan topologi jaringan secara logical. Beberapa contoh routing dynamic yang bisa digunakan dalam jaringan internal suatu perusahaan yaitu RIP, IGRP, OSPF, dan EIGRP. Dalam prakteknya, masing-masing routing tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga perlu banyak pertimbangan yang baru dipikirkan agar bisa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pemborosan biaya dan pengembangan jaringan di kemudian hari.


B.     Kelebihan Dan Kekurangan DynamicRouting
Adapun keuntungan dynamic routing adalah sebagai berikut :
  1. Cocok untuk area besar/luas
  2.  Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya
  3. Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang berkaitan saja
  4. Router secara otomatis berbagi informasi
  5. Routing table dibuat secara dinamik
  6. Tidak perlu mengetahui semua alamat network yang ada
  7. Administrator tidak ikut campur tangan

Sedangkan kelemahan dynamic routing adalah sebagai berikut.
1.        Beban kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada setiap waktu tertentu
2.        Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada.

C.     Pengertian Routing protokol 
Routing protokol  adalah berbeda dengan router protokol. Routing protokoladalah komunikasi antara router. Routing protokol mengijinkan router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki tabel routingnya. Ada beberapa dynamic routing untuk IP.
Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routing didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan oleh Routing Dynamic.

D.    Macam – macam Protokol pada Routing Dinamis
Macam-macam protokol dynamic routing adalah :

1.    RIP (Routing Information Protocol

– menggunakan algoritma distance vector


– Routing protokol distance vector

– Metric berdasarkan hop count untuk pemilihan jalur terbaik
– Jika hop count lebih dari 15, paket dibuang
– Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik

RIP merupakan routing protokol yang memberikan routing table berdasarkan router yang terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi router selanjutnya yang terhubung langsung dengan itu. Adapun informasi yang dipertukarkan oleh RIP yaitu : Host, network, subnet, rute default. RIP terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. RIPv1 (RIP versi 1)

– Hanya mendukung routing classfull

– Tidak ada info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
– Tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– Perbaikan routing broadcast
Routing Information protocol versi 1 mempunyai karakteristik:
1.      Distance Vector Routing Protocol.
2.      Menggunakan metric yaitu hop count
3.      Maximum hop count adalah 15. 16 dianggap sebagai unreachable
4.      Mengirimkan update secara periodic setiap 30 sec
5.      Mengirimkan update secara broadcast ke 255.255.255.255
6.      Mendukung 4 path Load Balancing secara default maximumnya adalah 6
7.      Menjalankan auto summary secara default
8.      Paket update RIP yang dikirimkan bejenis UDP dengan nomor port 520
9.      Bisa mengirimkan paket update RIP v.1 dan bisa menerima paket update RIP v.1 dan v.2
10.  Berjenis classful routing protocol sehingga tidak menyertakan subject mask dalam paket update.Akibatnya RIP v.1 11. tidak mendukung VLSM dan CIDR.
11.  Mempunyai AD 120

b. RIPv2 (RIP versi 2)

– Mendukung routing classfull dan routing classless

– Info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
– Mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– Perbaikan routing multicast
Secara umum RIPv2 tidak jauh berbeda dengan RIPv1. Perbedaan yang ada terlihat pada informasi yang ditukarkan antar router. Pada RIPv2 informasi yang dipertukarkan yaitu terdapat autenfikasi pada RIPv2 ini.

 

     Persamaan RIP v2 dengan RIP  v1 :


– Distance Vector Routing Protocol

– Metric berupa hop count
– Max hop count adalah 15
– Menggunakan port 520
– Menjalankan auto summary secara default

Perbedaan RIP v2 dengan RIP v.1 :


– Bersifat classless routing protocol, artinya menyertakan field SM dalam paket update yang dikirimkan sehingga RIP v.2 mendukung VLSM & CIDR

– Mengirimkan paket update & menerima paket update versi 2
– Mengirimkan update ke alamat multicast yaitu 224.0.0.9
– Auto Summary dapat dimatikan
– Mendukung fungsi keamanan berupa authenticationyang dapat mencegah routing update dikirim atauditerima dari sumber yang tidak dipercaya

2.    IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)

– Menggunakan algoritma distance vector


– Protokol routing distance vector

– Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability
– Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik
       Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah sebuah routing protocol berpemilik yang dikembangkan pada pertengahan tahun 1980-an oleh Cisco Systems, Inc Cisco tujuan utama dalam menciptakan IGRP adalah untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing dalam sistem otonomi (AS). IGRP memiliki hop maksimum 255, tetapi defaultnya adalah 100. IGRP menggunakan bandwidth dan garis menunda secara default untuk menentukan rute terbaik dalam sebuah internetwork (Composite Metrik).
       Pada IGRP ini routing dilakukan secara matematik berdasarkan jarak. Untuk itu pada IGRP ini sudah mempertimbangkan hal berikut sebelum mengambil keputusan jalur mana yang akan ditempuh. Adapun hal yang harus diperhatikan: load, delay, bandwitdh, realibility.

3. OSPF (Open Short Path First

– Menggunakan algoritma link-state


– Protokol routing link-state

– Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328
– Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah
– Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan
OSPF adalah sebuah protocol standar terbuka yang telah dimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan.  Jika Anda memiliki banyak  router, dan tidak semuanya adalah cisco, maka Anda tidak dapat menggunakan EIGRP, jadi pilihan Anda tinggal RIP v1, RIP v2, atau OSPF. Jika itu adalah jaringan besar, maka pilihan Anda satu-satunya hanya OSPF atau sesuatu yang disebut route redistribution – sebuah layanan penerjemah antar – routing protocol.
OSPF bekerja dengan sebuah algoritma yang disebut algoritma Dijkstra. Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun, dan kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari pohon tersebut. OSPF hanya mendukung routing IP saja.

 

4. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

– Menggunakan algoritma advanced distance vector


– Menggunakan protokol routing enhanced distance vector

– Menggunakan cost load balancing yang tidak sama
– Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state
– Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek
Distance vector protocol merawat satu set metric yang kompleks untuk jarak tempuh ke jaringan lainnya. EIGRP menggabungkan juga konsep link state protocol. Broadcast-broadcast di-update setiap 90 detik ke semua EIGRP router berdekatan. Setiap update hanya memasukkan perubahan jaringan. EIGRP sangat cocok untuk jaringan besar.
Pada EIGRP ini terdapat dua tipe routing protokol yaitu dengan distance vektor dan dengan Link state. IGRP dan EIGRP sama-sama sudah mempertimbangkan masalah bandwitdh yang ada dan delay yang terjadi.

 

– menggunakan algoritma distance vector

5. BGP (Border Gateway Protocol)

– Menggunakan routing protokol distance vector

– Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client
– Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system

BGP merupakan salah satu jenis routing protocol yang ada di dunia komunikasi data. Sebagai sebuah routing protocol, BGP memiliki kemampuan melakukan pengumpulan rute, pertukaran rute dan menentukan rute terbaik menuju ke sebuah lokasi dalam jaringan. Routing protocol juga pasti dilengkapi dengan algoritma yang pintar dalam mencari jalan terbaik. Namun yang membedakan BGP dengan routing protocol lain seperti misalnya OSPF dan IS-IS ialah, BGP termasuk dalam kategori routing protocol jenis Exterior Gateway Protocol (EGP). BGP merupakan distance vector exterior gateway protocol yang bekerja secara cerdas untuk merawat path-path ke jaringan lainnya. Update – update dikirim melalui koneksi TCP.

Sunday, 17 November 2019

Konfigurasi DNS Server

A. Jalankan perintah seperti di gambar


B. Install bind9


C. Lalu jalankan perintah seperti di gambar


D. Jalankan perintah


E. Untuk membuka konfigurasi zona domain, ketik perintah

.



F. Lalu ubah script seperti di gambar


G. Jalankan perintah


H. Lalu ubah sesuai keinginan


I. Jalankan perintah


J. Lalu muncul gambar seperti di bawah ini


K. Konfigurasi resolv


L. Maka hasilnya


M. Setelah itu restart dns dengan perintah


N. Akan muncul seperti gambar di bawah

Konfigurasi Web Server

A. Install apache


B. Jalankan perintah


C. Lalu muncul keterangan seperti dibawah, atur sesuai keinginan


D. Jalankan perintah


E. Jalankan perintah


F. Lalu ubah sesuai keinginan


G. Jalankan perintah


H. Jalankan perintah


I. .Jalankan perintah untuk merestart


J. Jalankan perintah


K. hasilnya seperti ini

Kofigurasi DHCP Server

KONFIGURASI DHCP SERVER
1. Ketikan Perintah apt-cdrom add dan masukkan cd 2



2. Lalu kita install DHCP serverdengan mengetikan apt-get install isc-dhcp-server


3.kita ubah aturan pada nano /etc/dhcp/dhcp.conf
Ubah seperti dibawah ini












4. kemudian restart dengan mengetikkan /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
5 kemudian kita cek apakah DHCP Server telah aktif dengan mengetikan perintah service isc-dhcpserver status

Konifgurasi IP


KONFIGURASI IP PADA LINUX
1. ketikan perintah nano /etc/network/interfaces pada terminal linux
2. lalu ubah isinya seperti dibawah ini ctrl+x>y
3. lalu ketikkan perintah ifconfig eth0 down dan ifconfig eth0 up untuk merestart IP

4. dan restart lagi dengan mengetikkan perintah service networking restart

5. untuk memastikan lagi kita restart dengan mengetikkan perintah /etc/init.d/networking restart


6. kemudian kita cek apakah ip telah berubah dengan mengetikan ifconfig