Tuesday, 30 July 2019

OSI Layer Model

OSI Layer Model 

• Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat
banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

• Open System Interconnection atau OSI layer 7 adalah
model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh
International Organization for Standardization (ISO) di
Eropa tahun1977.

• Sebelum ada OSI, sistem jaringan sangat tergantung
kepada vendor pemasok perangkat jaringan yang
berbeda-beda.

• Model Osi layer 7 merupakan koneksi logis yang harus
terjadi agar terjadi komunikasi data dalam jaringan.

Monday, 29 July 2019

Pengertian Dan Fungsi 7 Osi Layer

7 Layer OSI
7 Layer OSI
Hello semua. Kali ini kita akan membahas Pengertian dan fungsi 7 osi layer. Bagi kalian semua yg belum tahu/mengerti tenang aja semua akan kita bahas  !  


OSI (Open System Interconnection) layeradalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyrbabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dala & lapisan, dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model OSI diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan, standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Berikut ini adalah 7 layer di dalam model OSI beserta fungsinya, 7 layer tersebut adalah:

1. Application layer :
Lapisan ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup di mana aplikasi jaringan berkomunikas dengan layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan sevice lain yang di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Protokol yang bekerja pada layer ini adalah:
HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)
FTP (File Transfer Protocol)
DNS (Domain Name System)
POP3 (Post Office Protocol)
MIME (Multipurpose Internet Mail Extension)
SMB (Server Message Block)
NNTP(Network News Transfer Protocol)
DHCP (Dynamic Configuration Protocol)

2. Presentasion layer :
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:
TELLNET
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
SNMP (Simple Network Management Protocol)

3. Session layer :
Berfungis untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:
NETBIOS
NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface)
ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol)
PAP (Printer Access Protocol)
SPDU (Session Protocol Data Unit)

4. Transport layer :
Berfungsi memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu pada level ini juga membuat tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgment), serta mentrasmisikan ualng paket-paket yang hilang di tengah jalan. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:
TCP (Transmission Control Protocol)
UDP (User Datagram Protocol)

5. Network layer :
Lapisan ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:
IP (Internetworking Protocol)
ARP (Address Resolution Protocol)
RARP (Reverse Address Resolution Protocol)
ICMP (Internet Control Message Protocol)
IGMP (Internet Group Message Protocol)

6. Data-link layer
 : 
Lapisan ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu pada level ini juga terjadi koreksi error, floe control, pengalamatan hardware, dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, switch, repeater berfungsi. Spesifikasi IEEE 802 membagi level ini menjadi 2 yaitu: LLC (Logical Link Control) dan MAC (Media Access Control). Protokol yang berjalan pada layer ini adalah:
PPP (Point to Point Protocol)
SLIP (Serial Line Internet Protocol)

7. Physical layer
:
Lapisan ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu pada level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.

Internet Protocol

Protokol IP inti dari protokol TCP/IP seluruh data yang berasal dari protokol pada layer diatas IP harus dilewatkan, diolah oleh protokol IP, dan dipancarkan sebagai paket IP agar sampai ke tujuan. Dalam melakukan pengiriman data, IP memiliki layanan yang dikenal sebagai connectionless, unreliable, datagram delivery service. Versi IP yang paling umum digunakan adalah versi 4 yang terdiri dari 4 oktet IP address. IPv4 suatu saat akan digantikan dengan versi 6.


Unreliable / ketidakandalan berarti bahwa protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Protokol IP hanya berjanji ia akan melakukan usaha sebaik-baiknya (best effort delivery service), agar paket data yang dikirim sampai ke tujuan.

Jika diperjalanan paket data tersebut terjadi masalah (kabel putus, router macet, atau host tujuan down. Protokol IP akan memberitahukan ke pengirim paket melalui protokol ICMP (Internet Control Message Protocol), bahwa terjadi masalah dalam pengiriman paket IP ke tujuan. Jika diinginkan keandalan yang lebih baik, keandalan itu harus disediakan oleh protokol yang berada di atas layer IP ini, yaitu TCP dan aplikasi pengguna.

Sedangkan kata connectionless berarti dalam pengiriman paket data dari tempat asal ke tujuan, pihak pengirim dan penerima paket IP sama sekali tidak mengadakan perjanjian (handshake) terlebih dahulu. Datagram delivery service berarti setiap paket data yang dikirim adalah independen terhadap paket data yang lain. Akibatnya, jalur yang ditempuh oleh masing-masing paket data IP ke tujuannya bisa jadi berbeda satu dengan yang lainnya. Karena jalur yang ditempuh berbeda, kedatangan paket pun bisa jadi tidak berurutan. Metode seperti ini dilakukan untuk menjamin tetap sampainya paket IP ini ke tujuan, walaupun salah satu jalur ke tujuan itu mengalami masalah.


Gambar : Format Datagram IP


Setiap paket IP membawa data yang terdiri atas :
  1. Version, berisi versi dari protokol IP yang dipakai saat ini versi yang dipakai adalah versi 4
  2. Header Length, berisi panjang dari header paket IP ini dalam hitungan 32 bit word.
  3. Type of Service, berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara penanganan paket IP ini.
  4. Total Length of Datagram, panjang IPdatagram total dalam ukuran Byte.
  5. Total Length of Datagram, pangjang IPdatagram torla dalam ukuran byte.
  6. Identification, flags, dan fragment Offset, berisi beberapa data yang berhubungan dengan fragmentasi paket, paket yang dilewatkan melalui berbagai jenis jalur akan di pecah-pecah menjadi paket yang lebih kecil (Fragmentasi) sesuai  besar data maksimal yang bisa ditransmisikan melalui jalur tersebut.
  7. Time to Live, berisi jumlah router / hop maksimal yang boleh dilewati paket IP, setiap kali paket IP melawati satu router, isi dari field ini dikurangi satu, jika TTL telah habis dan paket tetap belum sampai ke tujuan. Paket ini akan dihapus dan router terakhir akan mengirimkan paket ICMP time excedeed. Hal ini dilakukan untuk mencegah Paket IP Terus menerus didalam network.
  8. Protocol, mengandung angka yang mengidentifikasikan protokol layer atas pengguna isi data dari paket IP ini.
  9. Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari seluruh field dari header paket IP. Sebelum dikirimkan, protokol IPterlebih dahulu menghitung checksum dari header paket IP tersebut untuk nantinya dihitung kembali di sisi penerima. Jika terjadi perbedaan maka paket ini dianggap rusak dan dihapus
  10. IP address pengirim dan penerima data, berisi alamat pengirim paket dan penerima paket
  11. Beberapa Byte option, diantaranya :
    • Strict Source Route, berisi daftar lengkap IP address dari router yang harus dilalui oleh paket ini dalam perjalanannya ke host tujuan. Selain itu paket balasan atas paket ini, yang mengalir dari host tujuan ke host pengirim, diharuskan melalui router yang sama.
    • Loose Souce Route, dengan mereset option ini. Paket yang dikirm diharuskan singgah di beberapa router seperti yang disebutkan terdapat router lain, paket masih diperbolehkan melalui router tersebut
Sumber : http://www.transiskom.com/2011/02/pengertian-ip-internet-protocol.html?m=1

Friday, 26 July 2019

Cara Menambah & Menghapus IP Address

1. IP Address berfungsi untuk tujuan identifikasi host umum di jaringan tipik Untuk pengalamatan yang tepat, router juga memerlukan nilai netmask, id est yang merupakan bit dari alamat IP lengkap merujuk ke alamat host, dan yang - ke alamat jaringan. Nilai alamat jaringan dihitung dengan operasi biner DAN dari untuk menentukan alamat IP diikuti dengan garis miring "7 dan junlah bit yang membentuk alamat jaringan. Contoh: 192.168.1.1 IP Address (IPV4) terdiri dari empat oktet. tiap oktet 8 bit, netmask dan nilai alamat IP. Ini juga memungkinkan 4, artinya range ip sampai 192.168.1.254



Anda bisa menambahkan beberapa alamat IP ke interface atau membiarkan interface tanpa alamat yang ditugaskan padanya. atau PPPOE, interface fisik mungkin memiliki alamat yang ditetapkan, namun dapat digunakan dengan sempurna. Menempatkan al amat IP ke interface fisik yang disertakan dalam bridge berarti meletakkannya di interface bridge itu sendiri. Anda bisa menggunakan/ ip address print detail untuk melihat interface mana yang menjadi miliknya.



Menambahkan IP ADDRESS

- Ketik ip address print

- ketik ip address add address-192.168.1.1/24 interface-Ether1-war unituk memberi ip address 192.168.1.1 pada interface Ether 1

- Ketik ip address add address-192.168.2.1/24 interface-Ether 2-1an untuk member i ip address 192.168.2.1 pada interface Ether 2

- ip address print, lihat hasilnya



MENGHAPUS IP ADDRESS

- Ketik ip address remove 0

- untuk menghapus IP address pada interface dengan flag 0

- ketik ip address print untuk melihat Apakah sudah berhasil dihapus.

Wednesday, 24 July 2019

Apa itu OSI Layer?


Hubungan antara OSI Reference ModelDARPA Reference Modeldan stack protokol TCP/IP
Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking  model adalah sebuah arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperabilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IPDECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference ModelOSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.

Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut:
Lapisan ke-Nama lapisanKeterangan
7Application layerBerfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTPFTPSMTP, dan NFS.
6Presentation layerBerfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation(dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5Session layerBerfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4Transport layerBerfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3Network layerBerfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat headeruntuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2Data-link layerBerfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hubbridgerepeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1Physical layerBerfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Sumber : Wikipedia